Cara praktis Budidaya Jangkrik

Cara praktis Budidaya Jangkrik -  Budidaya / ternak  jangkrik telah saya paparkan sebelumnya yang dapat memberikan penghasilan tambahan disela-sela pekerjaan yang rutin Anda biasa lakukan. Kali ini untuk lebih Rinci akan saya jeaskan cara Budidaya jangkrik.

cara ternak jangkrik

Cara Budidaya Jangkrik 


Usaha budidaya / ternak jangkrik bagus untuk dikembangkan mengingat seringnya orang mengadakan lomba burung kicau, karena jangkrik juga merupakan pakan burung itu. Harga jual jangkrik sendiri mulai dari Rp. 40 ribu sampai dengan Rp. 50 ribu per kilo gram nya. Coba anda bayangkan kalau kita bisa memproduksi 100 Kg Jangkrik , bisa dihitung berapa hasilnya .. Rp. 5 Juta / bulan , Sangat lumayan ya?

Pesyaratan lokasi untuk budidaya jangkrik

  • Lokasi budidaya jangkrik harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
  • Lokasi ternak / budidaya jangkrik jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
  • Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan.
  • Bebas dari gangguan predator
  • Jauh dari kandang ayam

Tahapan budidaya  jangkrik

1. Penyiapan Sarana dan Peralatan kandang jangkrik

Karena jangkrik biasa melakukan kegiatan diwaktu malam hari, maka kandang jangkrik jangan diletakkan dibawah sinar matahari, jadi letakkan ditempat yang teduh dan gelap. Untuk menjaga kondisi kandang dalam berternak jangkrik yang mendekati habitatnya, maka dinding kandang diolesi dengan lumpur sawah dan diberikan daun-daun kering seperti daun pisang, daun timbul, daun sukun dan daun-daun lainnya untuk tempat persembunyian disamping untuk menghindari dari sifat kanibalisme dari jangkrik.

Dinding atas kandang bagian dalam sebaiknya dilapisi lakban keliling agar jangkrik tidak merayap naik sampai keluar kandang. Disalah satu sisi dinding kandang dibuat lubang yang ditutup kasa untuk memberikan sirkulasi udara yang baik dan untuk menjaga kelembapan kandang. Untuk ukuran kotak pemeliharaan jangkrik, tidak ada ukuran yang baku. Yang penting sesuai dengan kebutuhan untuk jumlah populasi jangkrik tiap kandang.

Kandang jangkrik biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm. Kotak (kandang) dapat dibuat dari kayu dengan rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat dari triplek. Kandang ternak jangkrik biasanya dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk yang berisi air, minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) yang dilumurkan ditiap kaki penyangga.

Contoh membuat kandang untuk ternak jangkrik


contoh kandang jangkrik

 2. Pembibitan jangkrik


Bibit jangkrik yang diperlukan untuk di ternak dan dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk untuk ternak jangkrik dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif.

Ciri-ciri indukan jangkrik , betina atau jantan sebagai berikut:

  1. Indukan betina jangkrik sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap dengan kedua kaki belakangnya masih lengkap sehingga bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat. Badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap. Sebaiknya untuk Ternak Jangkrik pilihlah induk yang besar dangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.
  2. Induk jantan Jangkrik selalu mengeluarkan suara mengerik dengan permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang. Tidak mempunyai ovipositor di ekor
  3. Perawatan jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya, karena pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yang lemah. Selain itu perlu juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu, yaitu, semut, tikus, cicak, kecoa dan laba-laba. Untuk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka dalam ternak jangkrik makanan jangan sampai kurang. Makanan yang biasa diberikan antara lain ubi, singkong, sayuran dan dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari.
  4. Demikian sekilas cara ternak jangkrik sebagai usaha sampingan dirumah

Artikel Terkait