Minimarket Muslim KitaMart

Minimarket Muslim KitaMart - Rencana untuk menjalankan Toko Muslim212Mart (M212M) semakin matang, bahkan rencana untuk bisa dijalankan secara tepat dengan membuka perwakilan di tiap-tiap daerah semakin terbuka, dengan berdirinya berbagai perwakilan di daerah Jawa Barat dan Jakarta.

toko muslim 212 kitamart
M212M memiliki Visi “Masyarakat Muslim Mandiri dan Sejahtera” dengan misi untuk menggalang potensi umat menjadi kekuatan ekonomi keumatan. Mencipatakan peluang pasar seluasnya, serta mensejahterakan umat dengan kemandirian ekonomi.

“Kita berharap masyarakat muslim untuk berpuasa berbelanja di minimarket AM dan IDM, dan kita akan mengajak pemilik kios yang selama ini menjadi mitra AM dan IDM untuk pindah ke M212M,” ujar Wishnu Aji salah satu peserta M212M.

Menurut Wisnu Aji, konsep ini seperti yang dilaksanakan ketika Abdurrahman bin Auf yang berhasil mengalahkan pasar yang dikuasai oleh Yahudi pada jaman Rasulullah.

“Jadi ini adalah pasar Ummat untuk menumbangkan pasar yang dibangun kapitalis Aseng dan Asing,” ujarnya. Dan dengan modal dari Ummat yang belanja Ummat dan untuk keuntungan usaha juga kepada Ummat.(Artikel terkait cara buka usaha waralaba)

Rencana ini diharapkan dapat membangun kembali kekuatan ekonomi Ummat. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi bagi warga yang ingin menjadi pemodal, dengan menyetorkan dana sebesar minimun Rp. 50 ribu dan Maksimal sebesar Rp. 15 juta. Dengan perincian modal sebesar 5 persen dimiliki oleh PT. Muslim Satu Dua Satu Mart. Sisanya 95 persen dikuasai oleh masyarakat.

Adapun target utama dengan diharapkan, satu Mini Market M212M untuk setiap Kelurahan, untuk Kecamatan bisa tercapai 3 minimarket M212M. Sementara untuk di tiap kabupaten bisa berdiri 10 minimarket.
Artikel terkait. 5 Peluang bisnis membuka Minimarket


Apa perbedaan Kita Mart dengan minimarket lainnya?

Wakil Ketua Koperasi Syariah 212 Valentino Dinsi mengatakan, pada dasarnya prinsip Kita Mart dengan minimarket yang ada di Indonesia saat ini hampir sama. Hanya saja, kepemilikan Kita Mart berdasarkan pada komunitas atau umat.
Masyarakat yang ingin memiliki Kita Mart, bisa menyesuaikan dengan kemampuan yang ada. Tipe pertama seharga Rp 175 juta, tipe kedua Rp 300 juta, dan tipe ketiga yang paling besar yaitu Rp 400 juta.
"Misalnya, yang Rp 400 juta dimiliki empat orang, jadi masing-masing Rp 100 juta, di mana nanti pemiliknya itu setiap bulan belanja di Kita Mart, Insyaallah dengan begitu bisnis bisa tumbuh dan berkembang," ujar Valentino saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Rabu (29/3).

Produk yang Dijual di Kita Mart

produk yang dijual di kkitamart


Menurutnya, hal tersebut menjadi pembeda antara Kita Mart dengan minimarket lainnya. Sebab, hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh minimarket lainnya di Indonesia untuk saat ini.
"Kalau minimarket lainnya itu untuk bisa memiliki, entry nya cukup susah, orang harus bayar Rp 750 juta atau Rp 1 miliar. Kalau Kita Mart, ada pilihannya, bisa juga patungan," jelasnya.
Sementara untuk harga, ia menjelaskan, Kita Mart tidak akan mengambil keuntungan yang sangat tinggi. Namun, pihaknya enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai seberapa murah harga produk-produk yang dijual di Kita Mart dibandingkan dengan minimarket lainnya.
"Ya harga minimum lah. Tunggu saja nanti diskonnya," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Kita Mart juga mengembangkan ekonomi berbasis masjid. Menurutnya, para jemaah di masjid juga bisa patungan untuk memiliki Kita Mart.
"Jadi kan relatif kecil patungannya, bisa milik semua orang," ucap Valentino.
Untuk produk, menurutnya, Kita Mart akan sangat terbuka terhadap produk-produk umat.
''Produk umat sudah bisa masuk ke Kita Mart, siapa yang punya usaha kecil-kecilan, bisa saja,'' jelas Valentino.

Terakhir, Koperasi Syariah 212 akan melibatkan para ustaz lokal maupun nasional untuk mendukung Kita Mart.
"Mereka (ustaz) sebagai endorser, sebagai supporter untuk campaign agar masyarakat belanjanya di warung milik umat, terutama Kita Mart. Insyaallah niatan itu didukung oleh setiap masyarakat," pungkasnya.

Artikel Terkait